Terjemah sifaul janan bahasa Indonesia
PROFIL KITAB SYIFAUL JINAN
Kitab Syifaul Jinan adalah kitab syarah yang ditulis dalam bahasa Jawa oleh Kyai Ahmad Muthahhar bin Abdurrahman, Semarang. Kitab ini menjelaskan secara lebih detail kitab tajwid berjudul Hidayatush Shibyan fi Tajwidil Quran yang ditulis dalam bentuk nadzam dalam bahasa Arab oleh Syekh Said Al-Hadhrami.
Kitab Syifaul Jinan sangat populer digunakan di berbagai pesantren salaf dan dipelajari di madrasah diniyah tingkat dasar.
MUKADDIMAH KITAB HIDAYATUSH SHIBYAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَ صَلّٰى رَبُّنَا * عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفٰى حَبِيْبِنَا
وَاٰلِه وَصَحْبِه وَمَنْ قَرَا * وَهَاكَ فِى التَّجْوِيْدِ نَظْمًا حُرِّرَا
سَمَّيْتُهُ هِدَايَةَ الصِّبْيَانِ * أَرْجُو اِلٰهِى غاَيَةَ الرِّضْوَانِ
“Segala puji bagi Allah yang Maha Agung dan semoga kemuliaan dan kebesaran tetap tercurah kepada nabi Muhammad SAW kekasih kita,
juga para keluarganya, sahabatnya, serta semua orang yang membaca al-Qur’an dengan baik. Dan di dalam ilmu Tajwid (Tajweed) ini terdapat nadzoman yang sudah diselaraskan”
“Nadzoman ini dinamakan ‘Hidayatusshibyan’ sebagai pedoman untuk anak-anak. Dan mengharapkan sekali keridhoan Allah.”
TANWIN DAN NUN MATI
بَابُ أَحْكَامِ التَّنْوِيْنِ وَالنُّوْنِ السَّاكِنَةِ
“Yang namanya tanwin adalah nun mati yang terletak di akhir isim yang terlihat ketika diucapkan dan hilang ketika ditulis dan ketika waqof, seperti lafadz: سَمِيْعٌ عَلِيمْ, سَمِيْعًا بَصِيْرَا. Sedangkan nun sakinah ialah nun mati yang tetap ketika diucap dan ditulis dan ketika waqof, sama juga terdapat pada huruf, seperti lafadz: عَنْ; atau pada isim, seperti lafadz: أَنْهَارْ; atau pada fi’il, seperti lafadz: صُنْ.”
(أَحْكَامُ تَنْوِيْنٍ وَنُوْنٍ تَسْكُنُ * عِنْدَ الْهِجَاءِ خَمْسَةٌ تُبَيَّنُ)
“Hukum-hukum tanwin dan nun mati ketika bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyyah yang duapuluh delapan, yaitu: hamzah ((أ, ba(ب) , ta(ت) , tsa(ث) , jim(ج) , ha(ح) , kha(خ) , dal(د) , dzal(ذ) , ra(ر) , za(ز) , sin(س) , syin(ش) , shad(ص) , dhadh(ض) , tha(ط) , zho(ظ) , ‘ain(ع) , ghain(غ) , fa(ف) , qaf(ق) , kaf(ك) , lam(ل) , mim(م) , nun(ن) , wawu(و) , ha(هـ) , ya(ي) . itu ada lima yang akan diterangkan di bawah ini – insya Allah.”
IZHAR, IDGHAM, IQLAB, IKHFA'
إِظْهَارُ إِدْغَامٌ مَعَ الْغُنَّةِ أَوْ # بِغَيْرِهَا وَالْقَلْبَ وَالْإِخْفَا رَوَوْا
“Macam-macam hukum lima tersebut, yaitu: 1. Izhhar إِظْهَارْ (mengeluarkan/menyuarakan tiap-tiap huruf yang makhrajnya dengan tanpa berdengung), 2. Idgham ma’al ghunnah إِدْغَامْ مَعَ الْغُنَّهْ (memasukkan huruf awal pada huruf kedua agar menjadi satu suara yang seolah bertasydid dengan berdengung), 3. Idgham bighairil ghunnah إِدْغَامْ بِغَيْرِ الْغُنَّهْ (Idgham dengan tanpa berdengung), 4. Iqlab إِقْلَابْ (mengganti tanwin dan nun mati pada bunyi mim), 5. Ikhfa إِخْفَاءْ (menyamarkan bacaan antara Izhhar dan Idgham tanpa tasydid dengan cara berdengung).
Ket: Ghunnah (berdengung) yaitu suara yang keluar dari hidung.
IZHAR
(فَاظْهِرْ لَدٰى هَمْزٍ وَهَاءٍ حَاءِ * وَالْعَيْنِ ثُمَّ الْغَيْنِ ثُمَّ الْخَاءِ)
“Ketika ada tanwin dan nun mati bertemu dengan salah satu huruf halaq yang enam, yaitu : hamzah (ء), ha (هـ), ha (ح), kha (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), wajib dibaca Izhhar(إِظْهَار) (nun mati dan tanwinnya dibaca jelas).”
Di bawah ini adalah contoh-contohnya”:

IDGHAM BI GUNNAH
(وَادْغِمْ بِغُنَّةٍ بِيَنْمُوْ لَا اِذَا * كَانَا بِكِلْمَةٍ كَدُ نْيَا فَانْبِذَا)
jika ada tanwin atau nuun mati (sukun) bertemu (diikuti) oleh salah satu huruf yang empat yang berkumpul dalam kata 'yanmu' (يَنْمُوْ) maka harus dibaca Idghom bighunnah.
Berikut contohnya:
Tanwin bertemu/ diikuti huruf Idghom
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ي Contohnya: بَرْقٌ يَـجْعَلُوْنَ cara membacanya بَرْقُ يَّـجْعَلُوْنَ
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ن Contohnya: خِطَّةٌ نَغْفِرْلَكُمْ cara membacanya خِطَّةُ نَّغْفِرْلَكُمْ
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti miim م Contohnya: مَاءٍ مُصَفَّى cara membacanya مَاءِ مُّصَفَّى
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Wau و Contohnya: يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٍ cara membacanya يَوْمَئِذِ وَّاهِيَةٍ
Nuun Sukun bertemu/ diikuti huruf Idghom
نْ bertemu/ diikuti Ya ي Contohnya: مَنْ يَقُوْلُ cara membacanya مَنْ يَقُّوْلُ
نْ bertemu/ diikuti Ya ن Contohnya: عَنْ نَفْسٍ cara membacanya عَنْ نَـّفْسٍ
نْ bertemu/ diikuti Ya م Contohnya: مِنْ مَالٍ cara membacanya مِنْ مَّالٍ
نْ bertemu/ diikuti Ya و Contohnya: مِنْ وَالٍ cara membacanya مِنْ وَّالٍ
IDGHAM BILA GHUNNAH
(وَادْغِمِ بِلَا غُنَّةٍ فِي لَامِ وَرَا *)
Jika ada tanwin atau nuun mati/ sukun bertemu/ diikuti salah satu huruf dua ( ل, ر ), maka harus dibaca Idghom bilaghunnah.
Contoh:
Contoh tanwin dalam bacaan Idghom bilaghunnah
Tanwin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ل Contohnya: رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ cara membacanya رَحْمَةَ لِّلْعَالَمِيْنَ
Tanwin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ر Contohnya: رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ cara membacanya رَؤُوْفُ رَّحِيْمٌ
Contoh Nuun Sukun/ mati dalam bacaan Idghom bilaghunnah
Tanwin نْ bertemu/ diikuti lam ل Contohnya: مِنْ لَدُنْهُ cara membacanya مِن لَّدُنْهُ
Tanwin نْ bertemu/ diikuti ra ر Contohnya: مِنْ رَبِّـهِمْ cara membacanya مِن رَّبِّـهِمْ
IQLAB
وَالْقَلْبُ عِنْدَ الْبَاءِ مِيْمًا ذُ كِرَا
Apabila ada tanwin dan nun sukun bertemu ba', maka wajib dibaca iqlab (tanwin dan nun mati gantilah ke mim mati (sukun).
Contoh:
مِنْ بَعْدِه dibaca menjadi مِمْ بَعْدِه
سَمِيْعٌ بَصِيْر dibaca menjadi سَمِيْعٌمْ بَصِيْر
Kitab Syifaul Jinan adalah kitab syarah yang ditulis dalam bahasa Jawa oleh Kyai Ahmad Muthahhar bin Abdurrahman, Semarang. Kitab ini menjelaskan secara lebih detail kitab tajwid berjudul Hidayatush Shibyan fi Tajwidil Quran yang ditulis dalam bentuk nadzam dalam bahasa Arab oleh Syekh Said Al-Hadhrami.
Kitab Syifaul Jinan sangat populer digunakan di berbagai pesantren salaf dan dipelajari di madrasah diniyah tingkat dasar.
MUKADDIMAH KITAB HIDAYATUSH SHIBYAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَ صَلّٰى رَبُّنَا * عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفٰى حَبِيْبِنَا
وَاٰلِه وَصَحْبِه وَمَنْ قَرَا * وَهَاكَ فِى التَّجْوِيْدِ نَظْمًا حُرِّرَا
سَمَّيْتُهُ هِدَايَةَ الصِّبْيَانِ * أَرْجُو اِلٰهِى غاَيَةَ الرِّضْوَانِ
“Segala puji bagi Allah yang Maha Agung dan semoga kemuliaan dan kebesaran tetap tercurah kepada nabi Muhammad SAW kekasih kita,
juga para keluarganya, sahabatnya, serta semua orang yang membaca al-Qur’an dengan baik. Dan di dalam ilmu Tajwid (Tajweed) ini terdapat nadzoman yang sudah diselaraskan”
“Nadzoman ini dinamakan ‘Hidayatusshibyan’ sebagai pedoman untuk anak-anak. Dan mengharapkan sekali keridhoan Allah.”
TANWIN DAN NUN MATI
بَابُ أَحْكَامِ التَّنْوِيْنِ وَالنُّوْنِ السَّاكِنَةِ
“Yang namanya tanwin adalah nun mati yang terletak di akhir isim yang terlihat ketika diucapkan dan hilang ketika ditulis dan ketika waqof, seperti lafadz: سَمِيْعٌ عَلِيمْ, سَمِيْعًا بَصِيْرَا. Sedangkan nun sakinah ialah nun mati yang tetap ketika diucap dan ditulis dan ketika waqof, sama juga terdapat pada huruf, seperti lafadz: عَنْ; atau pada isim, seperti lafadz: أَنْهَارْ; atau pada fi’il, seperti lafadz: صُنْ.”
(أَحْكَامُ تَنْوِيْنٍ وَنُوْنٍ تَسْكُنُ * عِنْدَ الْهِجَاءِ خَمْسَةٌ تُبَيَّنُ)
“Hukum-hukum tanwin dan nun mati ketika bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyyah yang duapuluh delapan, yaitu: hamzah ((أ, ba(ب) , ta(ت) , tsa(ث) , jim(ج) , ha(ح) , kha(خ) , dal(د) , dzal(ذ) , ra(ر) , za(ز) , sin(س) , syin(ش) , shad(ص) , dhadh(ض) , tha(ط) , zho(ظ) , ‘ain(ع) , ghain(غ) , fa(ف) , qaf(ق) , kaf(ك) , lam(ل) , mim(م) , nun(ن) , wawu(و) , ha(هـ) , ya(ي) . itu ada lima yang akan diterangkan di bawah ini – insya Allah.”
IZHAR, IDGHAM, IQLAB, IKHFA'
إِظْهَارُ إِدْغَامٌ مَعَ الْغُنَّةِ أَوْ # بِغَيْرِهَا وَالْقَلْبَ وَالْإِخْفَا رَوَوْا
“Macam-macam hukum lima tersebut, yaitu: 1. Izhhar إِظْهَارْ (mengeluarkan/menyuarakan tiap-tiap huruf yang makhrajnya dengan tanpa berdengung), 2. Idgham ma’al ghunnah إِدْغَامْ مَعَ الْغُنَّهْ (memasukkan huruf awal pada huruf kedua agar menjadi satu suara yang seolah bertasydid dengan berdengung), 3. Idgham bighairil ghunnah إِدْغَامْ بِغَيْرِ الْغُنَّهْ (Idgham dengan tanpa berdengung), 4. Iqlab إِقْلَابْ (mengganti tanwin dan nun mati pada bunyi mim), 5. Ikhfa إِخْفَاءْ (menyamarkan bacaan antara Izhhar dan Idgham tanpa tasydid dengan cara berdengung).
Ket: Ghunnah (berdengung) yaitu suara yang keluar dari hidung.
IZHAR
(فَاظْهِرْ لَدٰى هَمْزٍ وَهَاءٍ حَاءِ * وَالْعَيْنِ ثُمَّ الْغَيْنِ ثُمَّ الْخَاءِ)
“Ketika ada tanwin dan nun mati bertemu dengan salah satu huruf halaq yang enam, yaitu : hamzah (ء), ha (هـ), ha (ح), kha (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), wajib dibaca Izhhar(إِظْهَار) (nun mati dan tanwinnya dibaca jelas).”
Di bawah ini adalah contoh-contohnya”:

IDGHAM BI GUNNAH
(وَادْغِمْ بِغُنَّةٍ بِيَنْمُوْ لَا اِذَا * كَانَا بِكِلْمَةٍ كَدُ نْيَا فَانْبِذَا)
jika ada tanwin atau nuun mati (sukun) bertemu (diikuti) oleh salah satu huruf yang empat yang berkumpul dalam kata 'yanmu' (يَنْمُوْ) maka harus dibaca Idghom bighunnah.
Berikut contohnya:
Tanwin bertemu/ diikuti huruf Idghom
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ي Contohnya: بَرْقٌ يَـجْعَلُوْنَ cara membacanya بَرْقُ يَّـجْعَلُوْنَ
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ن Contohnya: خِطَّةٌ نَغْفِرْلَكُمْ cara membacanya خِطَّةُ نَّغْفِرْلَكُمْ
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti miim م Contohnya: مَاءٍ مُصَفَّى cara membacanya مَاءِ مُّصَفَّى
Tanwiin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Wau و Contohnya: يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٍ cara membacanya يَوْمَئِذِ وَّاهِيَةٍ
Nuun Sukun bertemu/ diikuti huruf Idghom
نْ bertemu/ diikuti Ya ي Contohnya: مَنْ يَقُوْلُ cara membacanya مَنْ يَقُّوْلُ
نْ bertemu/ diikuti Ya ن Contohnya: عَنْ نَفْسٍ cara membacanya عَنْ نَـّفْسٍ
نْ bertemu/ diikuti Ya م Contohnya: مِنْ مَالٍ cara membacanya مِنْ مَّالٍ
نْ bertemu/ diikuti Ya و Contohnya: مِنْ وَالٍ cara membacanya مِنْ وَّالٍ
IDGHAM BILA GHUNNAH
(وَادْغِمِ بِلَا غُنَّةٍ فِي لَامِ وَرَا *)
Jika ada tanwin atau nuun mati/ sukun bertemu/ diikuti salah satu huruf dua ( ل, ر ), maka harus dibaca Idghom bilaghunnah.
Contoh:
Contoh tanwin dalam bacaan Idghom bilaghunnah
Tanwin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ل Contohnya: رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ cara membacanya رَحْمَةَ لِّلْعَالَمِيْنَ
Tanwin ً ٍ ٌ bertemu/ diikuti Ya ر Contohnya: رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ cara membacanya رَؤُوْفُ رَّحِيْمٌ
Contoh Nuun Sukun/ mati dalam bacaan Idghom bilaghunnah
Tanwin نْ bertemu/ diikuti lam ل Contohnya: مِنْ لَدُنْهُ cara membacanya مِن لَّدُنْهُ
Tanwin نْ bertemu/ diikuti ra ر Contohnya: مِنْ رَبِّـهِمْ cara membacanya مِن رَّبِّـهِمْ
IQLAB
وَالْقَلْبُ عِنْدَ الْبَاءِ مِيْمًا ذُ كِرَا
Apabila ada tanwin dan nun sukun bertemu ba', maka wajib dibaca iqlab (tanwin dan nun mati gantilah ke mim mati (sukun).
Contoh:
مِنْ بَعْدِه dibaca menjadi مِمْ بَعْدِه
سَمِيْعٌ بَصِيْر dibaca menjadi سَمِيْعٌمْ بَصِيْر
Ikhfa'
وَأَخْفِيَنَّ عِنْدَ باقِى اْلأَحْــرُفِ *** جُمْلَتُهَا خَمْسَةُ عَشْرٍ فاعْــــرِفِ
صِفْ ذَاثَنَاكَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا *** دُمْ طَيِّبًازِدْفِى تُقًى ضَعْ ظَالِمَا
Bacalah Ikhfa' apabila ada tanwin dan nun mati bertemu dengan 15 huruf selain huruf-huruf yang sudah tersebut di muka.
Yaitu, shad ص, dzal ذ, tsa' ث, kaf ك, jim ج, syin ش, qaf ق, sin س, dal د, tha' ط, za' ز, fa' ف, ta' ت, dhad ض, zha' ظ.
CONTOH IKHFA'
1 ص رِجَالٌ صَدَقُوْا اُنْصُرْنَا
2 ذ صَوَابًا ذَالِكَ مُنْذِرٌ
3 ث شِهَابٌ ثَاقِبٌ مَنْثُوْرًا
4 ك مُشْرِكٌ كَذَّابٌ اِنْ كُنْتُمْ
5 ج عَيْنٌ جَارِيَةٌ مَنْ جَاءَ
6 ش لنفس شيئا يُنْشِئُ
7 ق سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ قَبْلِ
8 س بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ مِنْ سُهُوْلِهَا
9 د قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ اَنْدَادًا
10 ظ بَلدَةٌ طَيِّبَةٌ اِنْطَلِقُوْا
11 ز اَنْزَلْنَا نَفْسًا زَكِيًّا
12 ف خَالِدًا فِيْهَا لِيُنْفِقُوْا
13 ت جَنَّةٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا
14 ض كُلاًّ ضَرَبْنَا مَنْضُوْضٍ
15 ظ قُرًا ظَاهِرَةً يَنْظُرُوْنَ
Berikut daftar contohnya


باب أحكام الميم والنون المشددين والميم الساكنة
Bab Hukum Mim dan Nun Tasydid dan Mim Sukun
وَغُنَّةٌ قَدْ أَوْجَبُوْهَا أَبَدَا *** فِى الْمِيْمْ وَالنُّوْنِ اِذَامَاشُدِّدَا
Ghunnah berdengung itu wajib ketika ada huruf mim atau nun yang ditasydid. Contoh: إِنَّ, مِمَّ
وَالْمِيْمُ اِنْ تَسْكُنْ لَدَى الْبَاتُخْتَفِى *** نَحْوُاعْتَصِمْ بِاللهِ تَلْقَ الشَّرَفَا
Apabila terdapat mim mati sukun bertemu huruf ba', maka wajib dibaca ikhfa' syafawi. Contoh: وَاعْتَصِمْ بِاللهِ, أمْ بِهِ
وَادْغِمْ مَعَ الْغُنَّةِ عِنْدَ مِثْلِهَا ***
Apabila ada nun mati bertemu sesamanya, maka wajib dibaca idgham ma'al gunnah. Contoh: أمْ مِنْ، كَمْ مِنْ
Idzhar
وَاظْهِرْ لَدٰى بَاقِى الْحُرُوْفِ كُلِّهَا
Apabila ada mim mati bertemu dengan huruf-huruf yang disebut di atas yang totalnya ada 26 yaitu hamzah, ta', tsa', jim, ha, kho', dal, ra', za', sin, syin, shad, dhad, tha', ain, ghin, fa', qaf, kaf, lam, mim, nun, waw, ha', ya', maka wajib dibaca idzhar syafawi. Contoh: أنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ المَغْضُوْبِ
وَاحْرِصْ عَلَى الْاِظْهَارِعِنْدَالْفَاءِ *** وَالْوَاوِ وَاحْذَرْدَاعِىَ الْاِخْفَاءِ
Apabila ada mim mati (sukun) ketemu fa' dan waw, maka wajib dibaca idzhar. Jangan dibaca ikhfa'. Contoh: هُمْ فِيْهَا, عَلَيْهِمْ وَلَا
Berikut daftar contohnya

باب الإدغام
Bab Idgham
اِدْغَامُ كُلِّ سَاكِنٍ قَدْوَجَبَا *** فِى مِثْلِه كَقَوْلِه اِذْذَهَبَا
Apabila ada dua huruf yang sama. Huruf yang pertama mati (sukun), maka wajib dibaca idgham misli. Sama saja berkumpul dalam satu kata seperti يُدْرِكْكُمُ المَوْت atau terdapat dalam dua kata seperti إذْ ذَهَبَ
وَقِسْ عَلَى هٰذَا سِوٰى وَاوٍتَلٰى *** ضَمًّاوَيَاءٍبَعْدَ كَسْرٍ يُجْتَلٰى
مِنْ نَحْوِ فِى يَوْمٍ لِيَاءٍ اَظْهَرُوا *** وَالْوَاوِ مِنْ نَحْوِاصْبِرُوا وَصَابِرُوا
Samakan juga dengan contoh di atas ta' mati (sukun) ketemu ta' yaitu wajib dibaca idgham misli. Seperti kalimat فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ. Kecuali (a) apabila terdapat wawu mati (sukun) jatuh setelah harkat dhommah di situ berhadapan dengan wawu seperti اِصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا atau (b) apabila ada ya' mati (sukun) jatuh setelah harkat kasrah di situ berhadapan dengan ya' seperti فِي يَوْمٍ dalam kedua kasus tersebut wajib dibaca idzhar tidak boleh dibaca idgham agar supaya tidak hilang panjangnya wawu dan ya'.
وَالتَّاءُ فِى دَالٍ وَطَاءٍ اَثْبَتُوا *** اِدْغَا مَهَا نَحْوُ اُجِيْبَتْ دَعْوَةُ
وَاٰمَنَتْ طٰائِفَةٌ وَاَدْغَمُوْا *** اَلذَّالَ فِى الظَّاءِ بِنَحْوِ اذْظَلَمُوا
Apabila ada ta' sukun bertemu dal (د) atau tha' (ط) maka wajib dibaca idgham jinsi. Contoh: اُجِيْبَتْ دَعْوَتُكُمَا dan اَمَنَتْ طَائِفَةٌ , maka wajib dibaca: اُجِيْبَدَّعْوَتُكُمَا dan اَمَنَطَّائِفَةٌ
Begitu juga, wajib dibaca idgham jinsi apabila ada dzal (ذ) sukun ketemu zha' (ظ) seperti اِذْ ظَلَمُوْا dibaca اِظَّلَمُوْا
وَالدَّالَ فِى التَّاءِ بِلاَ امْتِرَاءِ وَلَامَ هَلْ وَبَلْ وَقُلْ فِى لرَّاءْ
مِثْلُ لَقَدْ تَابَ وَقُلْ رَبِّ احْكِمُ *** وَالْكُلُّ جَاءَ بِاتِّفَاقٍ فَاعْلَمِ
Apabila ada dal (د) sukun bertemu ta' (ت) dan ada lam (ل) sukun bertemu ra' (ر) maka wajib dibaca idgham jinsi. Seperti لَقَدْ تَابَ maka dibaca لَقَتَّابَ dan lafadz قُلْ رَبِّ wajib dibaca قُرَّبِّ. Lafadz بَلْ رَفَعَهُ dibaca بَرَّفَعَهُ . Lafadz هَلْ رَأَيْتُمْ dibaca هَرَّاَيْتُمْ. Itu semua berdasarkan kesepakatan ulama qurra' (ahli qira'ah).
Berikut daftar contohnya


باب أحكام لام التعريف ولام الفعل
Bab Hukum Lam Takrif dan Lam Fi'il
وَاَظْهِرَنَّ لَامَ تَعْرِيْفٍ لَدٰى *** اَرْبَعَةٍ مِنْ بَعْدِ عَشْرٍ تُوْجَدَا
فِى اَبْغِ حَجَّكَ وَخَفْ عَقِيَمَةْ
Lam ta'rif (ال) wajib dibaca idzhar apabila bertemu huruf yang 14 yang berkumpul dalam kata أبْغِ حَجَّكَ وَخَفْ عَقِيْمَهُ (hamzah (أ), ba' (ب), ghain (غ), ha' (ح), jim (ج), kaf (ك), wawu (و), kha' (خ), fa' (ف), ain (ع), qaf (ق), ya' (ي), mim (م), ha' (ه). Contoh: الأحد، البصير، الغفور، الحليم، الجليل، الكريم، الودود، الخبير، الفتاح، العليم، القدير، اليوم، المؤمن، الهادي
وَفِى سِوَاهَا مِنْ حُرُوْفِ اَدْغِمَهْ
طِبْ ثُمَّ صِلْ رَحْمًا تَفُزْضِفْ ذَانِعَمْ *** دَعْ سُوْءَظَنِّ زُرْشَرِيْفًا لِلْكَرَمْ
Laf ta'rif wajib dibaca idgham apabila bertemu dengan huruf yang selain 14 di atas yang berkumpul dalam awal kalimat bait kitab Tuhfatul Athfal.
Yaitu, tha' (ط), tsa' (ث), shad (ص), ra' (ر), ta' (ت), dhad (ض), dzal (ذ), nun (ن), dal (د), sin (س), zha' (ظ), za' (ز), syin (ش), lam (ل). Contoh: الطامة، الثاقب، الصبور، الرحيم، التواب، الضحي، الذكر، النعيم، الداعي، السميع، الذل، الزور، الشكور، اليل،
وَلَامَ فِعْلٍ اَظْهِرَنْهَا مُطْلَقَا *** فِيْمَا سِوٰى لَامٍ وَرَاءٍ كَالْتَقٰى
وَالْتَمِسُوا وَقُلْ نَعَمْ وَقُلْنَا
Apabila ada lam sukun berada di fi'il dan bertemu huruf hijaiyah yang selain lam (ل) dan ra' (ر), maka wajib dibaca idzhar mutlak.[1] Sama saja fi'il madhi seperti التفي، قلنا ; atau fi'il mudharik يلتقطه، يبدل نعمة ; atau fi'il amar seperti قل نعم، فَلْتَمِسوا
Catatan:
[1] Dalam soal ini wajib dijaga tiga hal. Pertama, harus berhati-hati dalam menampakkan bacaan idzharnya. Sebab apabila sembrono dapat menjadi idgham karena dekatnya huruf lam pada huruf hijaiyah. Kedua, jangan terlalu berlebihan bacaan idzharnya sehingga tampak hidup lam yang mati. Ketiga, jangan berhenti bacaannya (sakat) karena dapat menjadi idgham.
وَاظْهِرْلِحَرْفِ الْحَلْقِ كَاصْفَحْ عَنَّا
مَالَمْ يَكُنْ مَعْ مِثْلِه وَلْيُدْغَمَا *** فِى مِثْلِه حَتْمًا كَمَا تَقَدَّ مَا
Apabila terdapat huruf halaq yang enam, yaitu hamzah (ء), ha' (ه), hha' (ح), kha' (خ), ain (ع), ghain (غ), bertemu dengan huruf yang lain, maka wajib dibaca idzhar karena huruf halaq itu jauh dari idgham. Seperti فاصفح عنهم، لا تزغ قلوبنا، فسبحه. Kecuali apabila huruf halaq itu bertemu dengan huruf yang sama maka wajib dibaca idgham seperti dibahas di muka.
Berikut daftar contohnya:

وَأَخْفِيَنَّ عِنْدَ باقِى اْلأَحْــرُفِ *** جُمْلَتُهَا خَمْسَةُ عَشْرٍ فاعْــــرِفِ
صِفْ ذَاثَنَاكَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا *** دُمْ طَيِّبًازِدْفِى تُقًى ضَعْ ظَالِمَا
Bacalah Ikhfa' apabila ada tanwin dan nun mati bertemu dengan 15 huruf selain huruf-huruf yang sudah tersebut di muka.
Yaitu, shad ص, dzal ذ, tsa' ث, kaf ك, jim ج, syin ش, qaf ق, sin س, dal د, tha' ط, za' ز, fa' ف, ta' ت, dhad ض, zha' ظ.
CONTOH IKHFA'
1 ص رِجَالٌ صَدَقُوْا اُنْصُرْنَا
2 ذ صَوَابًا ذَالِكَ مُنْذِرٌ
3 ث شِهَابٌ ثَاقِبٌ مَنْثُوْرًا
4 ك مُشْرِكٌ كَذَّابٌ اِنْ كُنْتُمْ
5 ج عَيْنٌ جَارِيَةٌ مَنْ جَاءَ
6 ش لنفس شيئا يُنْشِئُ
7 ق سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ قَبْلِ
8 س بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ مِنْ سُهُوْلِهَا
9 د قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ اَنْدَادًا
10 ظ بَلدَةٌ طَيِّبَةٌ اِنْطَلِقُوْا
11 ز اَنْزَلْنَا نَفْسًا زَكِيًّا
12 ف خَالِدًا فِيْهَا لِيُنْفِقُوْا
13 ت جَنَّةٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا
14 ض كُلاًّ ضَرَبْنَا مَنْضُوْضٍ
15 ظ قُرًا ظَاهِرَةً يَنْظُرُوْنَ
Berikut daftar contohnya


باب أحكام الميم والنون المشددين والميم الساكنة
وَغُنَّةٌ قَدْ أَوْجَبُوْهَا أَبَدَا *** فِى الْمِيْمْ وَالنُّوْنِ اِذَامَاشُدِّدَا
Ghunnah berdengung itu wajib ketika ada huruf mim atau nun yang ditasydid. Contoh: إِنَّ, مِمَّ
وَالْمِيْمُ اِنْ تَسْكُنْ لَدَى الْبَاتُخْتَفِى *** نَحْوُاعْتَصِمْ بِاللهِ تَلْقَ الشَّرَفَا
Apabila terdapat mim mati sukun bertemu huruf ba', maka wajib dibaca ikhfa' syafawi. Contoh: وَاعْتَصِمْ بِاللهِ, أمْ بِهِ
وَادْغِمْ مَعَ الْغُنَّةِ عِنْدَ مِثْلِهَا ***
Apabila ada nun mati bertemu sesamanya, maka wajib dibaca idgham ma'al gunnah. Contoh: أمْ مِنْ، كَمْ مِنْ
Idzhar
وَاظْهِرْ لَدٰى بَاقِى الْحُرُوْفِ كُلِّهَا
Apabila ada mim mati bertemu dengan huruf-huruf yang disebut di atas yang totalnya ada 26 yaitu hamzah, ta', tsa', jim, ha, kho', dal, ra', za', sin, syin, shad, dhad, tha', ain, ghin, fa', qaf, kaf, lam, mim, nun, waw, ha', ya', maka wajib dibaca idzhar syafawi. Contoh: أنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ المَغْضُوْبِ
وَاحْرِصْ عَلَى الْاِظْهَارِعِنْدَالْفَاءِ *** وَالْوَاوِ وَاحْذَرْدَاعِىَ الْاِخْفَاءِ
Apabila ada mim mati (sukun) ketemu fa' dan waw, maka wajib dibaca idzhar. Jangan dibaca ikhfa'. Contoh: هُمْ فِيْهَا, عَلَيْهِمْ وَلَا
Berikut daftar contohnya

باب الإدغام
Bab Idgham
اِدْغَامُ كُلِّ سَاكِنٍ قَدْوَجَبَا *** فِى مِثْلِه كَقَوْلِه اِذْذَهَبَا
Apabila ada dua huruf yang sama. Huruf yang pertama mati (sukun), maka wajib dibaca idgham misli. Sama saja berkumpul dalam satu kata seperti يُدْرِكْكُمُ المَوْت atau terdapat dalam dua kata seperti إذْ ذَهَبَ
وَقِسْ عَلَى هٰذَا سِوٰى وَاوٍتَلٰى *** ضَمًّاوَيَاءٍبَعْدَ كَسْرٍ يُجْتَلٰى
مِنْ نَحْوِ فِى يَوْمٍ لِيَاءٍ اَظْهَرُوا *** وَالْوَاوِ مِنْ نَحْوِاصْبِرُوا وَصَابِرُوا
Samakan juga dengan contoh di atas ta' mati (sukun) ketemu ta' yaitu wajib dibaca idgham misli. Seperti kalimat فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ. Kecuali (a) apabila terdapat wawu mati (sukun) jatuh setelah harkat dhommah di situ berhadapan dengan wawu seperti اِصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا atau (b) apabila ada ya' mati (sukun) jatuh setelah harkat kasrah di situ berhadapan dengan ya' seperti فِي يَوْمٍ dalam kedua kasus tersebut wajib dibaca idzhar tidak boleh dibaca idgham agar supaya tidak hilang panjangnya wawu dan ya'.
وَالتَّاءُ فِى دَالٍ وَطَاءٍ اَثْبَتُوا *** اِدْغَا مَهَا نَحْوُ اُجِيْبَتْ دَعْوَةُ
وَاٰمَنَتْ طٰائِفَةٌ وَاَدْغَمُوْا *** اَلذَّالَ فِى الظَّاءِ بِنَحْوِ اذْظَلَمُوا
Apabila ada ta' sukun bertemu dal (د) atau tha' (ط) maka wajib dibaca idgham jinsi. Contoh: اُجِيْبَتْ دَعْوَتُكُمَا dan اَمَنَتْ طَائِفَةٌ , maka wajib dibaca: اُجِيْبَدَّعْوَتُكُمَا dan اَمَنَطَّائِفَةٌ
Begitu juga, wajib dibaca idgham jinsi apabila ada dzal (ذ) sukun ketemu zha' (ظ) seperti اِذْ ظَلَمُوْا dibaca اِظَّلَمُوْا
وَالدَّالَ فِى التَّاءِ بِلاَ امْتِرَاءِ وَلَامَ هَلْ وَبَلْ وَقُلْ فِى لرَّاءْ
مِثْلُ لَقَدْ تَابَ وَقُلْ رَبِّ احْكِمُ *** وَالْكُلُّ جَاءَ بِاتِّفَاقٍ فَاعْلَمِ
Apabila ada dal (د) sukun bertemu ta' (ت) dan ada lam (ل) sukun bertemu ra' (ر) maka wajib dibaca idgham jinsi. Seperti لَقَدْ تَابَ maka dibaca لَقَتَّابَ dan lafadz قُلْ رَبِّ wajib dibaca قُرَّبِّ. Lafadz بَلْ رَفَعَهُ dibaca بَرَّفَعَهُ . Lafadz هَلْ رَأَيْتُمْ dibaca هَرَّاَيْتُمْ. Itu semua berdasarkan kesepakatan ulama qurra' (ahli qira'ah).
Berikut daftar contohnya


باب أحكام لام التعريف ولام الفعل
وَاَظْهِرَنَّ لَامَ تَعْرِيْفٍ لَدٰى *** اَرْبَعَةٍ مِنْ بَعْدِ عَشْرٍ تُوْجَدَا
فِى اَبْغِ حَجَّكَ وَخَفْ عَقِيَمَةْ
Lam ta'rif (ال) wajib dibaca idzhar apabila bertemu huruf yang 14 yang berkumpul dalam kata أبْغِ حَجَّكَ وَخَفْ عَقِيْمَهُ (hamzah (أ), ba' (ب), ghain (غ), ha' (ح), jim (ج), kaf (ك), wawu (و), kha' (خ), fa' (ف), ain (ع), qaf (ق), ya' (ي), mim (م), ha' (ه). Contoh: الأحد، البصير، الغفور، الحليم، الجليل، الكريم، الودود، الخبير، الفتاح، العليم، القدير، اليوم، المؤمن، الهادي
وَفِى سِوَاهَا مِنْ حُرُوْفِ اَدْغِمَهْ
طِبْ ثُمَّ صِلْ رَحْمًا تَفُزْضِفْ ذَانِعَمْ *** دَعْ سُوْءَظَنِّ زُرْشَرِيْفًا لِلْكَرَمْ
Laf ta'rif wajib dibaca idgham apabila bertemu dengan huruf yang selain 14 di atas yang berkumpul dalam awal kalimat bait kitab Tuhfatul Athfal.
Yaitu, tha' (ط), tsa' (ث), shad (ص), ra' (ر), ta' (ت), dhad (ض), dzal (ذ), nun (ن), dal (د), sin (س), zha' (ظ), za' (ز), syin (ش), lam (ل). Contoh: الطامة، الثاقب، الصبور، الرحيم، التواب، الضحي، الذكر، النعيم، الداعي، السميع، الذل، الزور، الشكور، اليل،
وَلَامَ فِعْلٍ اَظْهِرَنْهَا مُطْلَقَا *** فِيْمَا سِوٰى لَامٍ وَرَاءٍ كَالْتَقٰى
وَالْتَمِسُوا وَقُلْ نَعَمْ وَقُلْنَا
Apabila ada lam sukun berada di fi'il dan bertemu huruf hijaiyah yang selain lam (ل) dan ra' (ر), maka wajib dibaca idzhar mutlak.[1] Sama saja fi'il madhi seperti التفي، قلنا ; atau fi'il mudharik يلتقطه، يبدل نعمة ; atau fi'il amar seperti قل نعم، فَلْتَمِسوا
Catatan:
[1] Dalam soal ini wajib dijaga tiga hal. Pertama, harus berhati-hati dalam menampakkan bacaan idzharnya. Sebab apabila sembrono dapat menjadi idgham karena dekatnya huruf lam pada huruf hijaiyah. Kedua, jangan terlalu berlebihan bacaan idzharnya sehingga tampak hidup lam yang mati. Ketiga, jangan berhenti bacaannya (sakat) karena dapat menjadi idgham.
وَاظْهِرْلِحَرْفِ الْحَلْقِ كَاصْفَحْ عَنَّا
مَالَمْ يَكُنْ مَعْ مِثْلِه وَلْيُدْغَمَا *** فِى مِثْلِه حَتْمًا كَمَا تَقَدَّ مَا
Apabila terdapat huruf halaq yang enam, yaitu hamzah (ء), ha' (ه), hha' (ح), kha' (خ), ain (ع), ghain (غ), bertemu dengan huruf yang lain, maka wajib dibaca idzhar karena huruf halaq itu jauh dari idgham. Seperti فاصفح عنهم، لا تزغ قلوبنا، فسبحه. Kecuali apabila huruf halaq itu bertemu dengan huruf yang sama maka wajib dibaca idgham seperti dibahas di muka.
Berikut daftar contohnya:

Komentar
Posting Komentar