Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

BUKU Ke-NU-An Kurikulum 2013

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga saya dapat berbagi terhadap sesama yang membutukan Buku ke-NU-an kurikulum 2013 karena kita tahu bahwa  BUKU ADALAH SUMBER ILMU DAN PERHISAN ILMU MAKA DENGAN ADANYA BUKU DAPAT MENUNJANG BAGI GURU DAN SISWA UNTUK MELAKUKAN PEMBELAJARAN. Disini kami mengeshare Buku ke-NU-an kurikulum 2013 Semoga buku ini dapat memberi maanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.   silahkan downlod bukunya dengan mengeklik link dibawah ini    Buku Ke nu an kurikulum 2013

"Ancaman Keras Bagi Orang yang Duduk di Atas Kuburan"

"Ancaman Keras Bagi Orang yang Duduk di Atas Kuburan" عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لأَنْ يَجْلِسَ أحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ . (رواه مسلم) Artinya : Dari Abu Hurairoh rodhiAllahu anhu berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda : “Seandainya salah seorang dari kalian duduk di atas bara api hingga (bara api itu) membakar pakaiannya sampai mengenai kulitnya itu adalah lebih baik daripada dia duduk di atas kuburan.” [HR. Muslim] Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Hadits tersebut dita'wil, bahwa ancaman tersebut diberlakukan bagi orang yang duduk di atas kuburan untuk buang air (berak atau kencing) yang diharamkan menurut ijma' (kesepakatan ulama'). 2. Tapi, banyak juga ulama' madzhab syafi'i yang berpendapat bahwa hukum duduk di atas kuburan adalah haram. Imam Nawawi sen...

"Tiga Amalan yang Bisa Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat"

"Tiga Amalan yang Bisa Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat" عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ألا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا : بَلَى، يَا رسولَ اللهِ، قَالَ : إِسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الخُطَا إِلَى المَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ فَذلِكُمُ الرِّبَاطُ . (رواه مسلم) Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sukakah engkau semua saya tunjukkan pada sesuatu amalan yang dengannya itu Allah akan menghapuskan segala macam kesalahan serta mengangkat pula dengannya tadi sampai beberapa darajat?" Para sahabat menjawab; "Baik, ya Rasulullah." Beliau ﷺ bersabda: "Yaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menghadapi kesukaran-kesukaran banyaknya, melangkahkan kaki untuk pergi ke masjid serta menantikan shalat setelah selesai shalat yang...

"Saling Memberi Hadiah"

"Saling Memberi Hadiah" عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَهَادَوْا تَحَابُّوْا. (رواه البخاري في الأدب المفرد ١٢٠ والبيهقي، ٦/١٦٩، وسنده حسن). Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam: “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan) Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Hadits yang mulia di atas menunjukkan bahwa pemberian hadiah akan menarik rasa cinta di antara sesama manusia, karena tabiat jiwa memang senang terhadap orang yang berbuat baik kepadanya. 2. Inilah sebab disyariatkannya memberi hadiah. Dengannya akan terwujud kebaikan dan kedekatan. 3. Sementara agama Islam adalah agama yang mementingkan kedekatan hati dan rasa cinta. 4. Hadiah menumbuhkan cinta yang berarti akan mengusir kebencian, permusuhan...

"Jangan Mudah Menyebarkan Setiap Berita"

"Jangan Mudah Menyebarkan Setiap Berita" روى المغيرة بن شعبة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمع رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقولُ : إنَّ الله كره لَكم ثلاثا : قيْلَ وَقَالَ ، وَإضاعة المَالِ ، وَكثرة السؤالِ . (رواه البخاري و مسلم) Artinya : Diriwayatkan Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu bahwa sesungguhnya ia mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membenci tiga perkara : menyebarkan desas-desus, menghambur-hamburkan harta, banyak pertanyaan yang tujuannya untuk menyelisihi jawabannya." [Shahih Al-Bukhari no. 1477, dan lihat Shahih Muslim no. 1715] Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Seorang Muslim jika ingin menyebarkan suatu berita, hendaknya ia mengecek kembali kebenarannya sebelum menyebarkannya. Mungkin saja, berita tersebut bersumber dari orang fasik atau pendusta atau musuh Islam atau sekedar dugaan belaka, yang efek negatifnya mungkin bisa merugikan si penye...

"Berlindung dari Empat Fitnah yang Membahayakan"

"Berlindung dari Empat Fitnah yang Membahayakan" عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ . (رواه مسلم) Artinya : Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullahi ﷺ bersabda : "Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal, beliau mengucapkan : “ALLOOHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYA WALMAMAATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIHID DAJJAL.” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnahnya Al Masih Ad-Dajjal.” (HR. Muslim, no. 588) Pelajaran yang terdapat pada hadits d...

"Sifat Tawadlu' Justru Akan Mengangkat Derajat Seseorang"

"Sifat Tawadlu' Justru Akan Mengangkat Derajat Seseorang" عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ , وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا , وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ ِللهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ. (رواه المسلم) Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah sedekah itu akan mengurangi dari harta seseorang dan tidaklah Allah menambahkan seseorang itu dengan pengampunan melainkan ditambah pula kemuliaannya dan tidaklah seseorang itu bertawadhu’ karena mengharapkan keridhaan Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajat orang itu." (Riwayat Muslim) Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Perintah untuk bersedekah dan bertawadhu’ semata-mata karena Allah SWT. 2. Orang yang bersedekah memperoleh ampunan dan kemuliaan dari Allah dan orang yang bertawadhu' (rendah hati) akan diangkat derajatnya oleh Allah...

"Sholat Amalan yang Pertama Dihisab" (Edisi: Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.)

"Sholat Amalan yang Pertama Dihisab" (Edisi: Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.) عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ . وَفِي رِوَايَةٍ : ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ . (رواه البخاري و مسلم) Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallah anhu berkata, Rosullullah sallallahu alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, di...

Untaian Hikmah nan Indah

( guru itu ada yg sholih dan ada yg mushlih )👌🏻👌🏻 ORANG BAIK BANYAK TEMAN, PENYERU KEBAIKAN BANYAK MUSUH  Untaian Hikmah nan Indah  ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟ Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)..?  الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره. Orang Baik, melakukan kebaikan untuk dirinya. Sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain.. الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس . Orang Baik, dicintai manusia.. Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.. 🗯 لماذا !!!؟؟؟؟ Koq gitu...?!?! الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح . Rosululloh SAW sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik.. ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون. Namun ketika Alloh ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya; Tukang sihir, Pendusta, Gila.. 🗯 ما السبب ؟  لأن المصلح يصطدم بصخرة أهو...

"Perintah Kepada Anak-anak Untuk Mendirikan Shalat"

"Perintah Kepada Anak-anak Untuk Mendirikan Shalat" عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ .  (رواه أبو داود و احمد و الحاكم) Artinya : Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Suruhlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun ! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat) ! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan) !" [Hadits ini hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197] Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Setiap kepala rumah tangga bertanggung jawab atas orang-orang yang ada dalam rumah tangganya. 2. Setiap orang tua waj...

"Laksana Menggegam Bara Api"

"Laksana Menggegam Bara Api" عَنْ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ . (رواه الترمذي) Artinya : Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersandar : “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260) Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ini memang amat berat, bagai mereka yang memegang bara api. 2. Orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api. 3. Maknanya adalah sebagaimana seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena tangannya bisa terbakar sama halnya dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran ...

"Pentingnya Melatih Kesabaran"

"Pentingnya Melatih Kesabaran" عَنْ أَبِي سَعيد سَعدِ بن مالكِ بنِ سنانٍ الخدرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ نَاسًا مِنَ الأَنْصَارِ سَألُوا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَألوهُ فَأعْطَاهُمْ، حَتَّى نَفِدَ مَا عِندَهُ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أنْفْقَ كُلَّ شَيءٍ بِيَدِهِ: مَا يَكُنْ عِنْدي مِنْ خَيْر فَلَنْ أدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأوْسَعَ مِنَ الصَّبْر . (مُتَّفَقٌ عليه) Artinya : Dari Abu Said yaitu Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu 'anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta - sedekah - kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda: "Apa...

"Berlindung dari Kesyirikan"

"Berlindung dari Kesyirikan" معقل بن يسار يقول : انطلقت مع أبي بكر الصديق رضي الله عنه إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال يا أبا بكر للشرك فيكم أخفى من دبيب النمل فقال أبو بكر وهل الشرك إلا من جعل مع الله الها آخر قال النبي صلى الله عليه و سلم والذي نفسي بيده للشرك أخفى من دبيب النمل ألا أدلك على شيء إذا قلته ذهب عنك قليله وكثيره قال قل اللهم إني أعوذ بك أن أشرك بك وأنا أعلم وأستغفرك لما لا أعلم .(رواه البخاري في اداب المفرد) Artinya : Ma’qil bin Yasar beliau pernah bertutur; suatu ketika aku dan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu beranjak pergi menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka beliau bersabda; "Kesyirikan pada kalian lebih samar dari langkah semut." Abu Bakar lalu bertanya; "bukankah kesyirikan itu tidak ada kecuali hanya pada yang menjadikan bersama Allah sesembahan lain?" Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; "Demi jiwaku yang berada dalam genggamannya, kesyirikan itu lebih samar dari langkah semut. Perhatikanlah apakah k...

"Jangan Menunda-nunda Amal Shaleh"

"Jangan Menunda-nunda Amal Shaleh" عَنْ ابْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِمَنْكِبِي وَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّك غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: إذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِك لِمَرَضِك وَمِنْ حَيَاتِك لِمَوْتِك . (رواه البخاري) Artinya : Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah ﷺ memegang kedua bahuku seraya bersabda: "Hiduplah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara", Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari. Jika engkau berada di petang hari, jangan tunggu sampai pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari No: 6416) Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Untuk kebaikan jangan pernah di...

"Kesulitan Akan Dimudahkan"

"Kesulitan Akan Dimudahkan" عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ . [حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما] Artinya  : Dari Ibnu Abbas radiallahu 'anhuma, Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda : "Sesungguhnya Allah ta’ala memafkan umatku karena aku (disebabkan beberapa hal) : Kesalahan, lupa dan segala sesuatu yang dipaksa.“ (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi dan lainnya) Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Allah ta’ala mengutamakan umat ini dengan menghilangkan berbagai kesulitan dan memaafkan dosa kesalahan dan lupa. 2. Sesungguhnya Allah ta’ala tidak menghukum seseorang kecuali jika dia sengaja berbuat maksiat dan hatinya telah berniat untuk melakukan penyimpangan dan meninggalkan kewajiban dengan sukarela. 3. Manfaat adanya kewajiban adalah untuk mengetahui siapa yang...

"Seberapapun Usaha didalam Ketaatan kepada Allah akan Memberikan Apresiasi"

"Seberapapun Usaha didalam Ketaatan kepada Allah akan Memberikan Apresiasi" عَنْ أَنَسْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ،  عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فيما يرويه عن ربّه عز وجل قَالَ: إِذَا تَقَربَ العَبْدُ إلَيَّ شِبْرًا تَقَربْتُ إِلَيْه ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِرَاعًا تَقَربْتُ مِنهُ بَاعًا، وِإذَا أتَانِي يَمشي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً . (رواه البخاري) Artinya : Dari Anas ra. dari Nabi SAW. dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Tuhannya 'Azzawajalla, firmanNya - ini juga Hadis Qudsi : "Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekat padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas." (Riwayat Bukhari) Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Hadits yang tercantum di atas itu adalah sebagai perumpamaan belaka, baik bagi Allah atau bagi hambaNya. Jadi maksudnya ialah barangsiapa ya...

"Sumpah Palsu Sebab Masuk Neraka"

"Sumpah Palsu Sebab Masuk Neraka" عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ، فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ . (رواه مسلم) Artinya : Dari Abu Umâmah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allâh mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan surga baginya.” Seorang laki-laki bertanya, “Walaupun hak itu kecil, wahai Rasûlullâh?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Walaupun sebatang siwak.” [HR. Muslim, no. 137] Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Sumpah dusta atau sumpah palsu bahasa Arabnya adalah al-yaminul ghamus. 2. Pengertiannya adalah sumpah dusta dengan sengaja, baik dalam perkara yang sudah terjadi, atau yang sedang terjadi, ata...

"Pemimpin yang Peduli Dengan Rakyatnya"

"Pemimpin yang Peduli Dengan Rakyatnya" دَخَلْتُ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَقَالَ: مَا أَنْعَمَنَا بِكَ أَبَا فُلَانٍ – وَهِيَ كَلِمَةٌ تَقُولُهَا الْعَرَبُ – فَقُلْتُ: حَدِيثًا سَمِعْتُهُ أُخْبِرُكَ بِهِ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَاحْتَجَبَ دُونَ حَاجَتِهِمْ، وَخَلَّتِهِمْ وَفَقْرِهِمْ، احْتَجَبَ اللَّهُ عَنْهُ دُونَ حَاجَتِهِ وَخَلَّتِهِ، وَفَقْرِهِ قَالَ: فَجَعَلَ رَجُلًا عَلَى حَوَائِجِ النَّاسِ. (رواه ابو داود) Artinya : Aku menemui (penguasa) Mu’awiyah, lalu dia berkata: "Kami senang bertemu denganmu, apa yang menyebabkan kamu menemuiku hai Abu Fulan?" –itu adalah ungkapan yang biasa diucapkan oleh bangsa Arab- Aku menjawab: "Sebuah hadits yang pernah aku dengar, aku akan memberitakan kepadamu. Aku telah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa dijadikan oleh Allâh sebagai pemimpin yang mengurusi sesuatu dari urus...

"Dua Pemimpin yang Dido'akan Rasûlullâh Sallallahu 'Alaihi wa Salam"

"Dua Pemimpin yang Dido'akan Rasûlullâh Sallallahu 'Alaihi wa Salam" عَنْ عَائشةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يقُولُ في بيتي هَذَا : اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فاشْقُقْ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ .(رواه مسلم) Artinya : Dari 'Aisyah radhiyallah anha berkata, aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berdo'a di rumahku ini : "Wahai Allâh, barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia, dan barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia bersikap lembut kepada mereka, maka bersikaplah lembut kepadanya.” [HR. Muslim] Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas : 1. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits ini dengan menyatakan, “Sabda Beliau ini termasuk larangan yang sempurna agar penguasa tidak menyusahkan manusia (rakyat-pen), dan anjuran paling agung untu...

"Wajib Mengajak Manusia Kepada Kebaikan Dan Haram Mengajak Kepada Kesesat"

"Wajib Mengajak Manusia Kepada Kebaikan Dan Haram Mengajak Kepada Kesesat" عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا . (رواه مسلم) Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." [Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, no. 2674] Pelajaran yang terdapat pada hadits di ata...

SOAL USBN PAI KTSP 2018-2019

BUKU PAI KURIKULUM 2013

BUKU ADALAH SUMBER ILMU DAN PERHISAN ILMU MAKA DENGAN ADANYA BUKU DAPAT MENUNJANG BAGI GURU DAN SISWA UNTUK MELAKUKAN PEMBELAJARAN DISINI SAYA AKAN MEMBAGIKAN BUKU PAI KURIKULUM 2013  SILAHKAN DONLOD DI LINK DIBAWAH INI  BUKU PAI KURIKULUM 2013