Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Maqolah Syeh Abdul Qodir 4

Oleh karena itu sikap paling tepat yang harus dilakukan oleh manusia dalam menyikapi hal tersebut menurut Syekh Abdul Qodir adalah memposisikan diri sepenuhnya sebagai seorang hamba. Dan disertai dengan aksi positif untuk menyikapinya sesuai dengan konteks nikmat atau musibah yang kita terima. Beliau menulis: فسلم لله فى الكل يفعل ما يشاء، فإن جاءتك النعماء فاشتغل بالذكر والشكر، وان جاءتك البلوى فاشتغل بالصبر والموافقة "Serahkan saja semua urusan tersebut kepada Allah, karena Dia lah yang berkehendak atas segala sesuatu. Ketika engkau mendapatkan kenikmatan maka sibukkanlah dirimu dengan berdzikir mengingat Allah dan bersyukur atas karunia-Nya. Sedangkan ketika dirimu tertimpa sebuah musibah, maka bersabarlah dan teruslah berusaha mencocoki dan menerima atas apa yang diinginkan oleh Allah SWT" Sungguh apa yang dikatakan Syekh Abdul Qodir ratusan tahun silam itu sangatlah relevan dengan kondisi kita saat ini. Saat ini tentu kita merasakan nikmat dan musibah itu sekaligus. ...

Maqolah Syeh Abdul Qodir 3

Tidak hanya itu beliau juga menjelaskan posisi sebuah musibah dan nikmat bagi manusia. Karena kedua hal tersebut seringkali diposisikan tidak sesuai tempatnya. Kerapkali manusia kurang tepat dalam menyikapinya. Seperti saat pandemi ini, banyak yang menganggap ini sebagai musibah yang begitu berat. Hingga banyak yang ingin segera lepas dan terbebas dari musibah ini dengan instan. Mereka lupabahwa segala sesuatu yang terjadi ini hakikatnya merupakan kehendak Allah SWT. Sehingga Syekh Abdul Qodir al-Jilani juga memberi nasihat: ولا تختر جلب النعماء ولا دفع البلوى، فان النعماء واصلة اليك بالقسمة استجلبتها ام لا. والبلوى حالة بك وان كرهتها . "Jangan memilih untuk menarik kenikmatan dan menolak bala' atau musibah. Karena sesungguhnya kenikmatan pasti akan sampai kepadamu sesuai bagianmu, baik (sebelumnya) engkau memintanya atau tidak. Dan Musibah juga pasti akan menimpamu walaupun engkau tidak menyukainya"

Maqolah Syeh Abdul Qodir 2

Syekh Abdul Qodir dalam nasihatnya seakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sekian lama mengendap dalam hati. Beliau berpesan: اتبعوا ولا تبتدعوا، واطيعوا ولا تمرقوا، واصبروا ولا تجزعوا، وانتظرو الفرج ولا تيأسوا واجتمعوا على ذكر الله تعالى ولا تتفرقوا، وتطهروا بالتوبة عن الذنوب ولا تتلطخوا، وعن باب مولكم لا تبرحوا "Ikutilah Allah dan Rasulnya dan jangan membuat bidah. Bersabarlah dan jangan mengeluh. Tunggulah kemudahan yang akan datang jangan pernah menyerah. Berkumpullah untuk mengingat Allah dan jangan tercerai berai. Bersihkanlah hatimu dengan bertaubat akan dosa yang pernah kau lakukan dan jangan sekali-kali kau kotori. Dan jangan pernah bosan untuk mengetuk pintu Tuhanmu"

Maqolah Syeh Abdul Qodir Aljailani

Syekh Abdul Qadir al-Jailani menyatakan اْلفَقِيْرُ الصَّابِرُ أَفْضَلُ مِنَ اْلغَنِىِّ الشَّاكِرِ وَاْلفَقِيْرُ الشَّاكِرُ أَفْضَلُ مِنْهُمَا وَاْلفَقِيْرُ الصَّابِرُ الشَّاكِرُ أَفْضَلُ مِنَ اْلكُلِّ “Seorang fakir yang sabar lebih utama dari orang kaya yang bersyukur, dan orang fakir yang bersyukur, lebih utama dari keduanya dan orang fakir yang mau bersabar dan bersyukur lebih utama dari semuanya.” Dari pernyataan Syekh di atas dapat disimpulkan bahwa yang terbaik di antara orang fakir yang sabar, orang fakir yang bersyukur, dan orang kaya yang bersyukur ialah orang fakir yang mau bersabar dan bersyukur. Hal ini dinilai melalui kadar kesukaran antara ketiganya. Menjadi orang kaya yang bersyukur lebih mudah dari pada menjadi orang yang fakir bersyukur. Begitu juga menjadi fakir yang bersyukur dan bersabar menempati yang paling utama karena kadar kesukarannya paling tinggi. Disisi lain dari maqalah (ucapan) tersebut juga menjelaskan bahwa orang yang fakir dekat sekali denga...