Maqolah Syeh Abdul Qodir 4

Oleh karena itu sikap paling tepat yang harus dilakukan oleh manusia dalam menyikapi hal tersebut menurut Syekh Abdul Qodir adalah memposisikan diri sepenuhnya sebagai seorang hamba. Dan disertai dengan aksi positif untuk menyikapinya sesuai dengan konteks nikmat atau musibah yang kita terima. Beliau menulis: فسلم لله فى الكل يفعل ما يشاء، فإن جاءتك النعماء فاشتغل بالذكر والشكر، وان جاءتك البلوى فاشتغل بالصبر والموافقة "Serahkan saja semua urusan tersebut kepada Allah, karena Dia lah yang berkehendak atas segala sesuatu. Ketika engkau mendapatkan kenikmatan maka sibukkanlah dirimu dengan berdzikir mengingat Allah dan bersyukur atas karunia-Nya. Sedangkan ketika dirimu tertimpa sebuah musibah, maka bersabarlah dan teruslah berusaha mencocoki dan menerima atas apa yang diinginkan oleh Allah SWT" Sungguh apa yang dikatakan Syekh Abdul Qodir ratusan tahun silam itu sangatlah relevan dengan kondisi kita saat ini. Saat ini tentu kita merasakan nikmat dan musibah itu sekaligus. Musibah karena beberapa diantara kita mungkin saat ini sedang terdampak ekonominya karena wabah ini, atau paling tidak beberapa kegiatan dan rutinitas kita terganggu. Dan disisi lain kita saat ini juga sedang menikmati nikmat-nikmat Allah yang begitu banyak. Sehingga, sesuai nasihat Syekh Abdul Qodir al-Jilani diatas hendaknya kita selalu bersabar dan bersyukur serta mengisi sisa waktu kita untuk berbuat positif. Dan terakhir Syekh Abdul Qodir memberikan closing statement yang sangat menarik dan tentu mengingatkan kita kembali akan esensi dari sebuah musibah yang kita alami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah sifaul janan bahasa Indonesia

Amalan Rabu terakhir wulan shofar (rabu wekasan)

Sholat Unsil Qobri