SURAH AL-BAQARAH: 148, TENTANG ANJURAN BERLOMBA DALAM KEBAIKAN (SMK XI. Semester 1 Pel.1)
SURAH
AL-BAQARAH: 148, TENTANG ANJURAN BERLOMBA DALAM KEBAIKAN
وَلِكُلٍّ
وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا
يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيْعًا إِنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ {البقرة: 148}
Terjemahan Q.S. Al Baqarah, 2 :
148 adalah :
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia
menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan
mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
1. Kandungan
o Setiap
umat mempunyai kiblat / syariat atau aturan masing-masing. Bagi umat Islam
kiblatnya adalah Ka’bah sebagai pusat menghadap ketika salat.
o Kaum
muslimin hendaknya giat beribadah, beramal, bekerja, dan berlomba-lomba dalam
kebaikan.
o Pada hari Kiamat nanti Allah SWT akan mengumpulkan setiap
umat manusia. Pada saat itu, manusia
akan diadili dengan seadil-adilnya tentang perbuatan yang mereka lakukan ketika
di dunia. Manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah mereka
kerjakan. Pada saat itu pula akan
diketahui siapa di antara mereka yang paling benar dan paling baik amalnya.
2. Penjelasan
Qur’an
Surat Al Baqarah terdiri dari 286 ayat diturunkan di Madinah yang sebagian
besar diturunkan pada permulaan tahun Hijriyah, kecuali ayat 281 diturunkan di
Mina pada Haji Wada’ (haji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat
dari surat Al Baqarah termasuk ayat Madaniyah, merupakan surat yang terpanjang
diantara surat-surat Al qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang
terpanjang, yakni ayat 282. Surat ini
dinamai surat “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan
sapi yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil ( lihat : ayat 67 – 74 ),
dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Surat Al Baqarah dinamai
pula surat Fusthaatul Qur’an artinya
puncak Al Qur’an karena memuat
beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Pada
surat Al Baqarah 148 dijelaskan bahwa manusia di alam ini telah terjadi
golongan-golongan dimana mereka telah meyakini kebenaran aturan dan syare’atnya
masing-masing seperti : golongan Islam, Nasrani, Yahudi, Budha, Hindu dan umat
lainnya. Namun bagi umat Islam haruslah yakin bahwa syare’at Islam adalah
syare’at yang benar karena kebenaran syare’at Islam itu telah ditetapkan
kebenarannya oleh Allah dan dinyatakan agama yang paling benar pula sebagaimana
firman-Nya dalam Q.S. Ali Imran : 19 yang artinya :”Sesungguhnya agama (yang diridoi ) di sisi Allah hanyalah Islam”. Pada
ayat lain Q.S. Ali Imran ayat 85 juga dijelaskan yang artinya :”Barang siapa mencari agama selain agama Islam,
maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di
akherat termasuk orang-orang yang rugi”.
Kata
kiblat berarti arah yang dituju umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat.
Namun kiblat bisa diartikan sebagai syari’at, agama, undang-undang atau
peraturan yang dijalani oleh manusia.
Ada
sejarah umat Islam yang dahulunya menghadap kiblat ke Baitul Maqdis di
Yerussalem ketika melaksanakan ibadah salat. Kemudian beralih ke Baitullah
Ka’bah di Makkah setelah mendapatkan perintah Allah yang tercantum dalam Q.S.
Al Baqarah ayat 144 yang artinya : “Sungguh
kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit (berdo’a dan menunggu-nunggu
turunnya wahyu), maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu
sukai. Palinglah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada,
palinglah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (yahudi dan Nasrani)
yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke
Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. Dan Allah sekali-kali tidak
lengah dari apa yang mereka kerjakan”.
Umat
Islam dan umat manusia pada umumnya diperintahkan untuk berlomba- lomba berbuat
kebajikan yaitu melakukan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat untuk
kesejahteraan umat manusia baik lahiriyah maupun bathiniah, seperti
berlomba-lomba mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran hidup di
dunia, bukan sebaliknya yang digunakan untuk menyengsarakan atau mengancam kelangsungan
kehidupan manusia.
Komentar
Posting Komentar