Kelas 12 Iman Kepada Qada' dan Qadar
IMAN KEPADA QADA DAN QADAR
IMAN
KEPADA QADA DAN QADAR
IFTITAH
1.
Duduklah
dengan tenang, khusyuk, dan tawaduk!
2.
Mulailah
dengan ta'awuz dan basmalah!
3.
Perhatikan
dengan saksama penjelasan dari guru agamamu.
4.
Hayatilah
keimanan terhadap qada dan qadar ini dan ambillah hikmahnya ke dalam
kehidupanmu sehari-hari!
5.
Akhirilah
pelajaran dengan membaca doa agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah!
Pokok ajaran Islam ada tiga, yaitu iman, Islam, dan
ihsan, atau akidah, syariah, dan akhlak. Iman kepada qada dan qadar dipelajari
dalam bidang akidah atau keimanan karena is menjadi salah satu rukun iman.
Memahami qada dan qadar jika dihubungkan dengan ikhtiar (kebebasan memilih)
memang sangat sulit. Akan tetapi, keimanan belum menjadi sempurna selagi kita
belum beriman pada qada dan qadar.
A. Pengertian Qada dan Qadar
Qada dan qadar atau takdir berasal dari
bahasa Arab. Qada menurut bahasa Arab berarti ketetapan, ketentuan, ukuran,
takaran, atau sifat. Qada menurut istilah, yaitu ketetapan Allah yang tercatat
di Lauh Mahfuz (papan yang terpelihara) sejak zaman azali. Ketetapan ini sesuai
dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh, makhluk
atau alam semesta. Adapun qadar atau takdir yaitu ketetapan yang telah terjadi.
Dengan kata lain, takdir merupakan
perwujudan atau realisasi dari qada. Hubungan antara qada dan qadar sangat erat
dan tidak dapat dipisahkan. Qada adalah ketetapan yang masih bersifat rencana
dan ketika rencana itu sudah menjadi kenyataan, maka kejadian nyata itu bernama
qadar atau takdir. Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa menggunakan
kata-kata takdir, padahal yang dimaksud adalah qada dan qadar. Takdir itu
sendiri dibagi atas dua hal, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq.
1.
Takdir
Mubram
Takdir mubram, yaitu takdir atau
ketetapan Allah yang tidak dapat diubah atau tidak dapat diubah oleh siapa pun.
Contoh-contoh takdir mubram antara lain sebagai berikut.
a.
Setiap
makhluk pasti akan mengalami mati atau seseorang pasti hanya punya satu ibu
kandung. Firman Allah swt.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ
وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya:
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.." (QS Ali Imran: 185)
b.
Manusia
pasti mempunyai akal, pikiran, dan perasaan.
c.
Di
alam semesta ini setiap benda bergerak menurut sunatullah. Artinya, segala
sesuatu berjalan menurut hukum kekuatan, ukuran, sebab, dan akibat yang telah
digariskan Allah.
Kayu mempunyai kemampuan berbeda dengan
besi, manusia berbeda kekuatan tenaganya dibandingkan dengan gajah, matahari,
bulan, bintang, dan planet-planet hingga benda-benda yang terkecil bergerak
sesuai dengan garisnya, dan waktu tak pernah berhenti.
2.
Takdir
Muallaq
Takdir muallaq, yaitu takdir yang masih dapat diubah melalui usaha manusia. Setiap hamba diberi peluang atau kesempatan oleh Allah untuk berusaha mengubah keadaan dirinya menjadi lebih baik. Firman Allah swt.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga
mereka mau mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. " (QS
At Ra'd: 11)
RISALAH
Jabariah dan Qadariah adalah dua contoh
aliran teologi Islam yang berbeda pendapat dalam menyikapi qada dan gadar.
Jabariah berpandangan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas dalam
hidupnya dan segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah swt. semata.
Pandangan ini cenderung membuat hidup sudah ditentukan oleh Allah. Sebaliknya
gadariah berpandangan bahwa Allah memberikan kebebasan pada manusia untuk
menentukan jalan hidupnya. Oleh karena itu, apa pun yang diperbuat oleh manusia
adalah berkat usaha dan kemampuannya sendiri serta tidak ada lagi campur tangan
Allah di dalamnya. Dengan demikian, manusia mempertanggungjawabkan segala
perbuatannya kepada Allah di akhirat. Pemahaman semacam ini cenderung membuat
seseorang bersikap aktif dan optimis dalam menjalani kehidupannya.
Berikut
merupakan contoh dari takdir muallaq antara lain sebagai berikut. Hasan
dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. la
ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akan tetapi, ia
menyadari bahwa penghasilan orang tuanya sangat terbatas sehingga ia mencari
cara agar cita-citanya dapat tercapai. la
belajar dengan tekun sehingga meraih prestasi tinggi dan mendapatkan beasiswa
untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Di tempatnya kuliah pun, ia masih tetap
rajin belajar sehingga is kembali mendapatkan beasiswa, bahkan ia mendapatkan
tawaran pekerjaan dan posisi yang cukup tinggi. Saat ini ia dapat hidup lebih
layak daripada orangtuanya karena is mau mengadakan perubahan, baik untuk
dirinya sendiri maupun bagi keluarganya.
TUGAS
Buatlah
masing-masing 10 (sepuluh) contoh takdir mubram dan takdir muallaq yang diambil
dari kehidupan sehari-hari! Jangan lupa berikan alasannya!
B. Dalil Naqli dan Aqli tentang Fungsi Iman
kepada Qada dan Qadar
Dalil naqli adalah dalil yang diambil
dari Al Quran dan hadis. Banyak sekali dalil mengenai keimanan terhadap qada
dan qadar, antara lain sebagai berikut.
1.
Firman Allah swt.
Firman Allah swt.
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Artinya: Katakanlah, sesekali-sekali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang beriman harus bertawakal." (QS At Taubah: 51)
2.
Firman
Allah swt.
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS Al Qamar: 49)
3.
Firman
Allah swt.
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya:
"maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka,
tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula
mendahulukannya." (QS An Nahl: 61)
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dikatakan bahwa telah diperintahkan kepada Malaikat jibril supaya
menulis empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya, dan nasib rugi atau
beruntungnya.
Adapun dalil aqli adalah dalil yang
diambil dari akal yang sehat. Akal sehat membenarkan adanya kejadian di luar
kehendak dan perhitungan akal manusia. Akal sehat juga mengakui adanya
peraturan, ukuran, undang-undang, sifat, serta hukum alam atau sunatullah yang
berlaku bagi alam semesta, umpamanya api bersifat panas, tanah bersifat padat,
atau air laut terasa asin.
Orang yang ingin pintar harus belajar, ingin kaya harus berusaha, dan ingin merdeka harus berjuang. Allah telah membuat ketentuan takdir bahwa untuk mencapai sesuatu harus dengan berusaha, sedangkan ketentuan-ketentuan itu tidak dapat diubah. Firman Allah swt.
Artinya: "Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah. " (QS Al Ahzab: 62)
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Artinya:
Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukurannya dengan
serapi-rapinya " (QS Al Furqan: 2)
DISKUSI Berkaitan
dengan takdir dan sunatullah, bagaimanakah tanggapan Anda mengenai mukjizat
yang dimiliki para rasul? Apakah hal tersebut sesuai dengan sunatullah?
Jelaskan
C. Kaitan antara Takdir, Ikhtiar, dan Tawakal
Takdir sebagaimana telah dijelaskan
adalah takaran, ukuran, ketetapan, peraturan, undang-undang yang diciptakan
Allah tertulis di Lauh Mahfuz sejak zaman azali dan berlaku bagi semua
makhluk-Nya. Takdir ada dua macam, yaitu takdir mubram dimana makhluk tidak
diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya, dan takdir
muallaq dimana makhluk diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan
mengubahnya.
Ikhtiar adalah berusaha melakukan segala
daya dan upaya untuk mencapai sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Menurut
bahasa Arab, ikhtiar berarti 'memilih'. Dua pengertian yang berbeda itu tetap
mempunyai hubungan yang erat dan merupakan mata rantai yang tidak dapat
dipisahkan. Sebagai contoh, setiap orang mempunyai kebebasan memilih untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang mencari nafkah dengan berdagang, bertani,
menjadi karyawan, wirausaha, dan lain sebagainya.
Tawakal diartikan dengan sikap pasrah dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Dalam bahasa Arab, tawakal berarti `mewakilkan', yaitu mewakilkan kepada Allah untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu urusan. Ajaran tawakal ini menanamkan kesan bahwa manusia hanya memiliki hak dan berusaha, sedangkan ketentuan terakhir tetap di tangan Allah swt. sehingga apabila usahanya berhasil, is tidak bersikap lupa diri dan apabila mengalami kegagalan, is tidak akan merasa putus asa. Pengertian seperti ini merupakan ajaran tawakal yang paling tepat.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya: “Maka apa bila kamu telah membulatkan
tekad, maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bertawakal kepada-Nya." (QS Ali Imran: 159)
Takdir, ikhtiar, dan tawakal adalah tiga
hal yang sulit untuk dipisah-pisahkan. Dengan kemahakuasaan-Nya, Allah
menciptakan undang-undang, peraturan, dan hukum yang tidak dapat diubah oleh
siapa pun. Sementara itu, manusia diberi kebebasan untuk memilih dan diberi hak
untuk bekerja dan berusaha demi mewujudkan pilihannya. Akan tetapi, setiap
manusia tidak dapat dan tidak dibenarkan memaksakan kehendak kepada Allah untuk
mewujudkan keinginannya.
Bertawakal bukan berarti bahwa seseorang hanya diam dan bertopang dagu tanpa bekerja. Orang yang sudah menentukan pilihan dan cita-citanya tanpa mau bekerja, hanya akan menjadi lamunan atau khayalan semata karena hal itu tidak akan pernah terlaksana. Firman Allah swt.
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Artinya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya." (QS An Najm: 39)
Dalam sebuah hadis yang panjang dan
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dikisahkan bahwa ketika Khalifah Umar
bin Khattab ra. dan pasukannya akan masuk ke negeri Syam dan telah sampai di
perbatasan, ada yang menyampaikan laporan bahwa di negeri Syam tersebut tengah
terjangkit penyakit menular. Khalifah Umar bin Khattab ra. akhirnya memutuskan
untuk membatalkan ke negeri Syam dan kembali pulang ke Madinah. Abu Baidah
berkata pada Khalifah, "Mengapa Anda lari dari takdir Allah?" Khalifah
Umar bin Khattab ra. menjawab, "Kami lari dari takdir untuk mengejar
takdir pula." Maksud dari pernyataan `lari dari takdir menuju takdir' itu
adalah bahwa mereka memilih meninggalkan takdir yang buruk menuju pada takdir
yang lebih baik. Manusia yang telah diberi fitrah dan pengetahuan untuk dapat
membedakan baik dan buruk pasti akan senantiasa mampu menaati segala kebaikan
dan menjauhi keburukan.
Oleh karena itu, sebagai penghayatan
terhadap keyakinan akan takdir, ikhtiar, dan tawakal, maka kewajiban kita
memilih segala hal yang baik. Adapun ukuran mengenai baik dan buruknya adalah
norma yang tercantum pada Al Quran dan hadis, senantiasa tekun,
bersungguh-sungguh dalam bekerja sesuai kemampuan, bertawakal, berdoa, tidak
sombong atau lupa diri dan bersyukur apabila berhasil serta tidak berputus asa
apabila belum berhasil.
TUGAS Pernahkah Anda mengalami
suatu peristiwa dimana Anda harus memilih di antara beberapa pilihan yang sama
beratnya? Apakah yang Anda lakukan dan bagaimana Anda mengaitkannya dengan
takdir, ikhtiar, dan tawakal? Jelaskanlah!
D. Fungsi Iman kepada Qada dan Qadar datam
kehidupan Sehari-hari
Islam itu ajaran yang tinggi (mulia),
bersifat universal, sangat sesuai dengan fitrah, suci, indah, sempurna, dan
tidak ada ajaran lain yang mampu menandinginya. Salah satu pokok ajarannya
ialah keimanan pada qada dan qadar. Setiap muslim dan muslimah wajib beriman
bahwa ada qada dan qadar Allah yang beriaku untuk seluruh makhluk-Nya, balk
takdir yang menguntungkan dirinya atau sesuai keinginannya maupun sebaliknya.
Apa pun kenyataannya, kita harus yakin bahwa di balik setiap takdir yang
terjadi pasti mengandung hikmah bagi manusia.
Di antara fungsi beriman pada qada dan
qadar dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
1.
Mendorong
Kemajuan dan Kemakmuran
Allah berfirman bahwa segala sesuatu
yang diciptakan-Nya sudah diberi ukuran, takaran, sifat, dan undang-undang.
Panas matahari tidak mampu membuat air mendidih, tetapi is sangat berguna bagi
kesehatan manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan, selain sebagai alat penerang
yang mengalahkan cahaya bulan dan lampu. Bumi, langit, dan isinya diciptakan
untuk manusia sebagai khalifah. Dengan iman kepada takdir, hendaknya manusia
man menyelidiki dan mempelajari alam sehingga mampu memanfaatkannya. Bagaimana
mungkin manusia dapat memanfaatkan alam jika tidak mengetahui sifat, ukuran,
sebabakibat, atau sunatullah?
Bagaimana cara memanfaatkan sinar
matahari, air terjun, racun, udara, gas, angin, bulu domba, bisa ular, dan lain
sebagainya? Dengan yakin pada takdir, maka manusia dapat mempelajari suatu
hukum yang pasti sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi
kehidupan manusia.
2.
Menghindari
Sifat Sombong
Dengan beriman kepada takdir, seseorang yang memperoleh sukses besar, meraih jabatan yang tinggi, menjadi penguasa, atau memiliki harta berlimpah, is tidak akan merasa sombong, melainkan semakin rendah hati karena menyadari bahwa sukses yang diperoleh bukan semata-mata hasil usahanya sendiri, kecuali sudah menjadi ketetapan Allah. Tanpa pertolongan dan ketetapan Allah seseorang tidak akan mampu memperoleh kesuksesan itu sehingga ketika mendapatkannya, is justru menjadi tawadu atau rendah hati menyadari akan kemudahan dan keagungan Allah swt. Firman Allah swt.
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
Artinya:
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah datangnya dan bila
kamu ditimpa kemudaratan, maka hanya kepada-Nyalah kamu meminta
pertolongan." (QS An Nahl: 53)
3.
Melatih
Berhusnuzan (Baik Sangka)
Iman kepada takdir mendidik manusia
untuk berbaik sangka pada ketetapan Allah karena
apa yang kita inginkan belum tentu berakibat baik, demikian pula sebaliknya.
4.
Melatih
Kesabaran
Orang beriman pada qada dan qadar akan
tetap tabah, sabar, dan tidak mengenal putus asa pada saat mengalami kegagalan
karena menyadari bahwa semua sudah ditetapkan oleh Allah.
Akan tetapi, bagi orang yang tidak beriman pada takdir, kegagalan mengakibatkan stres, putus asa, dan kegoncangan jiwa. Firman Allah swt.
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ
لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Artinya:
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmatAllah, sesungguhnya tidak putus asa
dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir." (QS Yusuf: 87)
5.
Terhindar
dari Sifat Ragu dan Penakut
Iman pada qada dan qadar akan
menumbuhkan sifat pemberani. Semangat dan jiwa seseorang akan bangkit karena is
tidak memiliki keraguan atau gentar sedikit pun untuk maju. Orang yang beriman
itu meyakini bahwa apa pun yang bakal terjadi tidak akan menyimpang dari
ketentuan atau takdir Allah. Sejarah Islam telah mencatat bahwa Khalid bin
Walid pada setiap peperangan tampil gagah berani tanpa rasa takut sedikit pun.
Akan tetapi, Allah tidak menetapkan bahwa ia wafat di medan perang. la senantiasa diselamatkan nyawanya dan
selalu dilindungi oleh Allah sehingga ia dapat hidup hingga usia tua. Khalid
bin Walid wafat di atas pembaringan meskipun terdapat lebih dari 500 bekas luka
dalam peperangan.
TUGAS
Apakah
Anda yakin bahwa keyakinan kepada takdir dapat melahirkan sikap optimis?
Mengapa demikian? Jelaskanlah dengan memberikan contoh dari pengalaman pribadi
Anda sendiri!
E. Perilaku Cerminan Iman Kepada Qada dan Qadar
Beberapa contoh perilaku yang
mencerminkan iman kepada qada dan gadar, antara lain sebagai berikut.
1.
Yakin
terhadap qada dan qadar dari Allah karena pada hakikatnya qada dan qadar
tersebut sangat logis (masuk akal). Apabila kita sulit memahaminya, maka hal
tersebut berarti bahwa kita sendiri yang belum memiliki pemahaman secara
menyeluruh mengenai hal tersebut.
2.
Pemahaman
yang menyeluruh mengenai qada dan qadar akan melahirkan pribadi yang mau
bekerja keras dalam meraih sesuatu.
3.
Allah
tidak akan menyalami hukum-Nya (sunatullah) sehingga manusia harus yakin akan
kekuasaan-Nya atas hidup dan kehidupan manusia.
4.
Kita
tidak boleh sombong apabila kita berhasil meraih sesuatu karena semua itu tidak
semata-mata atas usaha kita sendiri.
5.
Tidak
boleh putus asa karena senantiasa husnuzan pada keadilan Allah.
6.
Mampu
menyusun strategi, khususnya dalam hal pekerjaan sehingga hasilnya efektif dun
efisien.
7.
Bersyukur
apabila memperoleh rezeki apa pun bentuknya dan senantiasa bersabar apabila
mendapatkan ujian atau musibah.
Setelah kita mampu memahami akan qada
dan qadar yang merupakan salah satu sendi keimanan umat Islam, kita dapat
mengambil beberapa hikmah di antaranya sebagai berikut.
1.
Allah
telah menggariskan hukum-Nya dalam qada dan qadar. Dengan pemahaman yang benar,
kita mampu menjadi pribadi yang optimis dengan melakukan doa dan ikhtiar serta
tawakal.
2.
Dengan
memahami qada dan qadar, kita tidak akan memiliki prasangka buruk, baik kepada
Allah maupun kepada makhluk-Nya.
3.
Kita
bisa menyadari bahwa Allah telah membekali manusia dengan berbagai perangkat
untuk kehidupannya. Bila kita mampu menggunakannya dengan baik, tentu hasil
yang optimal dapat kita raih selama hidup di dunia ini.
4.
Menyadari
bahwa manusia diciptakan berbeda-beda dan tentu memiliki hikmah tersendiri, di
antaranya untuk saling mengenal dan bekerja sama.
5.
Dengan
memahami qada dan qadar, kita dapat menyadari bahwa segala yang diciptakan dan
yang terjadi di dunia ini tidak pernah luput dari kekuasaan Allah swt. Oleh
karena itu, manusia tidak pantas untuk berperilaku sombong.
6.
Manusia
berhak memilih untuk melakukan sesuatu. Dengan kesadaran itu, maka konsekuensi
yang akan diterima di akhirat kelak baik berupa ganjaran surga dan neraka
menjadi niscaya bagi setiap manusia.
7.
Keberhasilan
atau kesuksesan bukan sebuah khayalan karena bila kita mau berusaha, Allah
pasti telah membuka jalan-Nya.
8.
Mampu
membedakan antara jalan yang baik dan yang buruk karena masing-masing memiliki
akibat atau konsekuensinya.
9.
Menjadi
pribadi yang tidak pernah berputus asa dan lupa diri apabila menghadapi
sesuatu, baik kesenangan maupun kesedihan.
10.
Allah
tidak pernah menjadikan sesuatu dengan sia-sia. Oleh karena itu, manusia
tinggal mempergunakan karunia tersebut dengan sebaik-baiknya.
TUGAS
Carilah
sikap yang sudah terbentuk dalam masyarakat menanggapi iman terhadap takdir,
balk yang positif maupun yang negatif, kemudian analisislah sesuai dengan
kondisi Anda. Tanyakanlah kepada guru agama Anda tentang cara menyikapi hal
tersebut secara tepat!
IJTIMA
Iman kepada qada dan qadar dipelajari dalam bidang akidah
atau keimanan karena ia menjadi salah satu rukun iman. Qada
dan gadar atau takdir berasal dari bahasa Arab. Qada berarti ketetapan,
ketentuan, ukuran, takaran, atau sifat. Qada menurut istilah, yaitu ketetapan
Allah yang tercatat di Lauh Mahfuz (papan yang terpelihara) sejak zaman azali.
Ketetapan ini sesuai dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh makhluk atau
alam semesta. Adapun qadar atau takdir yaitu ketetapan yang telah terjadi.
Takdir
dibagi atas takdir mubram, yaitu takdir atau ketetapan Allah yang tidak dapat
diubah atau tidak dapat diubah oleh siapa pun dan takdir muallaq, yaitu takdir
yang masih dapat diubah melalui usaha manusia. lkhtiar adalah berusaha
melakukan segala daya dan upaya untuk mencapai sesuatu sesuai dengan yang
dikehendaki. Menurut bahasa Arab, ikhtiar berarti ‘memilih’. Tawakal diartikan
dengan sikap pasrah dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Dalam bahasa
Arab, tawakal berarti ‘mewakilkan’, yaitu mewakilkan kepada Allah untuk menentukan
berhasil atau tidaknya suatu urusan.
Di
antara fungsi beriman pada qada dan qadar dalam kehidupan sehari-hari adalah
mendorong kemajuan dan kemakmuran, menghindari sifat sombong, melatih
berhusnuzan (baik sangka), melatih kesabaran, dan terhindar dari sifat ragu
serta penakut.
IMTIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c,
d, atau e pada jawaban yang benar!
1. Qada ialah ketetapan Allah yang tercantum di
Lauh Mahfuz sejak zaman ....
a.
dulu d.
azali
b.
revolusi e.
Nabi Adam as.
c.
prasejarah
2. Qadar atau takdir adalah ketetapan-ketetapan
Allah yang ....
a.
terjadi
setelah qada
b.
terjadi
bersamaan dengan qada
c.
terjadi
sebelum qada
d.
tercantum
di Arsy
e.
tercantum
di surge
3. Beriman kepada qada dan qadar sebaiknya kita
pelajari dengan cara ....
a.
banyak
bertanya supaya jelas
b.
menggunakan
alat-alat peraga
c.
jangan
banyak bertanya
d.
bertanya
pada ulama yang memahaminya
e.
tidak
dipelajari terlalu mendalam
4. Berikut ini yang termasuk takdir muallaq
adalah ....
a.
Amin
siswa yang pandai
b.
Amin
adalah anaknya Zaid
c.
rambut
Amin keriting
d.
Amin
anak ke-4 dari
e.
Amin
lahir pada tanggal 1 Januari1993
5. Takdir mubram adalah ....
a.
takdir
yang tidak dapat diubah
b.
takdir
yang dapat diubah
c.
takdir
yang dapat diubah jika manusia menghendaki
d.
takdir
yang sesuai dengan keinginan manusia
e.
takdir
yang tidak sesuai dengan keinginan manusia
6. Tiap orang menjadi terhormat atau hina, kaya
atau miskin, pandai atau bodoh berbuat taat atau maksiat tergantung pada ....
a.
Hukum
alam d.
Kehendak Allah swt
b.
Takdir
e.
usaha manusia
c.
Permohonan
atau doa
7. Ikhtiar menurut bahasa ialah ....
a.
Berusaha
d.
Memilih
b.
Bersahabat
e.
berdoa
c.
Berusaha
lalu doa
8. Tawakkal menurut bahasa ialah ….
a.
Berharap
d.
Berserah diri setelah bekerja
b.
Menyerah
e.
memilih
c.
Mewakilkan
9. Firman Allah QS ar-Ra’dalam: 11 mendorong
kita untuk ….
a.
Tawakkal
kepada Allah d. Berbaik
sangka pada takdir Allah
b.
Bekerja
keras e.
Tawakkal dan berdoa
c.
Rela
menerima takdir
10. Di antara fungsi iman kepada qada dan qadar
ialah melatih ....
a.
Banyak
berdoa
b.
Berangan-angan
panjang
c.
Keyakinan
bahwa semua sudah ditakdirkan
d.
Keberanian
dan terhindar dari sikap ragu-ragu
e.
Bersikap
tawakal
11. Surah Al Jumuah: 10 memerintahkan supaya ....
a.
bersabar
menghadapi takdir yang tidak
menyenangkan
b.
tidak
sombong atau takabur ketika mendapat karunia dari Allah
c.
menyebar
ke seluruh penjuru bumi untuk memperoleh karunia Allah
d.
husnuzan
pada ketetapan Allah dan yakin ada hikmahnya
e.
mempelajari
makhluk Allah
12. Dalam sebuah hadis, Malaikat Jibril datang
dengan menyamar sebagai manusia dan menanyakan kepada Rasulullah saw mengenai...
a.
rukun
iman d.
rukun salat
b.
takdir e.
ikhtiar
c.
ikhtiar
dan tawakal
13. وَلَنْ
تَجِدَ لِسُنَّةِ اللهِ تَبْدِيْلاً
Ayat tersebut menerangkan tentang ....
a.
takdir
yang dapat diubah
b.
hikmah
beriman pada takdir
c.
hukum
alam atau sunatullah
d.
nasib
suatu kaum
e.
manusia
terikat oleh takdir
14. Iman kepada takdir dipelajari dalam ilmu ....
a.
Akhlak
d.
Akidah
b.
Faraid
e.
Syari’ah
c.
Fikih
15. فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا
يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ....
a. يَسْتَقْدِمُوْنَ d.
تَبْدِيْلاَ
b. تَجْئَرُوْنَ e.
تَقْدِيْرًا
c. مَاسَعَى
16. اِنَّ اللهَ لاَيُغَيِّرُمَابِقَوْمٍ حَتَّى
يُغَيِّرُوْامَا ....
a.
بِقَوْلِهِمْ d.
بِالتَّقْوَى
b.
بِاَنْفُسِهِمْ e.
بِاْلاَمْرِ
c.
بِمَالِهِمْ
17. اِنَّاكُلَّ شَيْئٍ خَلَقْنَهُ...
a.
بِقَدَرٍ d.
بِالْفِطْرَهِ
b.
بِتَقْدِيْرٍ e.
بِالصَّبْرِ
c.
بِاَنْفُسِهِمْ
18. اِنَّ اللهَ لاَيُغَيِّرُمَا.... حَتَّى
يُغَيِّرُوْامَابِاَنْفُسِهِمْ
a.
بِرَجُلٍ d.
بِمَرْءٍ
b.
بِنَفْسٍ e. بِرَبِّكَ
c.
بِنَفْسٍ
19. وَاَنْ لَيْسَ لِْلاِنْسَانِ اِلاَّمَاسَعَى
Arti dari kata yang diberi garis bawah adalah ….
a.
Apa
yang diperlukannya
b.
Apa
yang diyakininya
c.
Apa
yang diinginkannya
d.
Apa
yang diimpikannya
e.
Apa
yang diusahakannya
20. وَمَابِكُمْ مِّنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ ....
a.
الْمَلَئِكَةِ d. الرَّسُوْلِ
b.
اللهِ e. الْعَمَلِ
c.
النَّاسِ
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan
singkat dan jelas!
1.
Jelaskanlah
pengertian dari qada dan qadar!
2.
Jelaskanlah
pengertian ikhtiar!
3.
Jelaskanlah
pengertian takdir mubram dan berilah contohnya (minimal empat)!
4.
Jelaskanlah
pengertian takdir muallaq dan berilah contohnya (minimal empat)!
5.
Tulislah
satu dalil naqli tentang iman kepada takdir!
6.
Jelaskanlah
pengertian tawakal dan sunatullah!
7.
Berilah
satu contoh dalil aqli mengenai iman kepada takdir!
8.
Jelaskanlah
hubungan antara takdir, ikhtiar, dan tawakal!
9.
Sebutkanlah
fungsi beriman pada qada dan qadar!
10.
Terjemahkanlah
QS Ar Ra'd: 11.
downlod link nya disini
https://drive.google.com/open?id=1iyqi9XnBTgZMy9gDUEU4zKQDaUIh4Rrc
Komentar
Posting Komentar