PROFIL KITAB SYIFAUL JINAN Kitab Syifaul Jinan adalah kitab syarah yang ditulis dalam bahasa Jawa oleh Kyai Ahmad Muthahhar bin Abdurrahman, Semarang. Kitab ini menjelaskan secara lebih detail kitab tajwid berjudul Hidayatush Shibyan fi Tajwidil Quran yang ditulis dalam bentuk nadzam dalam bahasa Arab oleh Syekh Said Al-Hadhrami. Kitab Syifaul Jinan sangat populer digunakan di berbagai pesantren salaf dan dipelajari di madrasah diniyah tingkat dasar. MUKADDIMAH KITAB HIDAYATUSH SHIBYAN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلهِ وَ صَلّٰى رَبُّنَا * عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفٰى حَبِيْبِنَا وَاٰلِه وَصَحْبِه وَمَنْ قَرَا * وَهَاكَ فِى التَّجْوِيْدِ نَظْمًا حُرِّرَا سَمَّيْتُهُ هِدَايَةَ الصِّبْيَانِ * أَرْجُو اِلٰهِى غاَيَةَ الرِّضْوَانِ “Segala puji bagi Allah yang Maha Agung dan semoga kemuliaan dan kebesaran tetap tercurah kepada nabi Muhammad SAW kekasih kita, juga para keluarganya, sahabatnya, serta semua orang yang membaca al-Qur’an dengan baik. Dan di dalam ilmu T...
AMALAN REBO WEKASAN Bulan Shafar itu sama dengan bulan lainnya. Bukan bulan bala’ atau bulan yang penuh musibah dan lain-lainnya. Namun menurut sebagian ulama ahli ma'rifat dari golongan ahli mukasyafah (sebutan ulama sufi tingkat tinggi) dalam kitab “Kanzun Najah Wassurur” karya Syekh Abdul Hamid Al Qudsy guru besar Masjid Makkah Al Mukarromah, menerangkan bahwa “Setiap tahun Allah menurunkan bala’ ke dunia sebanyak 320.000 macam bala’ (malapetaka) untuk satu tahun. Tepatnya bala’ itu turun pada Rabu terakhir dari bulan Shafar atau yang terkenal dengan sebutan “Rebo Wekasan” untuk satu tahun ke depan. Amalan Rabu Terakhir Bulan Shafar (Rebo Wekasan) 1. Sholat Sunnah Hajat agar menolak bala’ (hajat lidaf’il bala’). Sholat dilaksanakan empat roka’at, baik dengan dua tahiyyat satu salam, dengan niat: أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى atau dua tahiyyat dua salam, dengan niat: أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاء...
Syariah Ini Lafal Niat Shalat Unsi atau Shalat Hadiah untuk Jenazah Senin, 26 November 2018 | 17:00 WIB (Foto: @reuters) Alhafiz Kurniawan Penulis Ulama Syafi'iyah menganjurkan shalat unsi atau shalat hadiah yang pahalanya ditujukan untuk orang-orang yang sudah wafat. Tetapi shalat sunnah dua rakaat ini lebih baik dikerjakan ketika jenazah baru saja dikebumikan karena dapat meringankan beban jenazah di alam kuburnya. Berikut ini adalah lafal niat shalat hadiah: أُصَلِّيْ سُنَّةَ الهَدِيَّةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى Ushalli sunnatal hadiyyati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā. Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah hadiah dua rakaat karena Allah SWT,” (Lihat Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun], halaman 21). Syekh M Nawawi Banten dalam Kitab Nihayatuz Zain membawa sebuah riwayat perihal tata cara shalat hadiah: روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لا ...
Komentar
Posting Komentar